Tips Terlepas dari Ketergantungan Krim Dokter

01.29



Assalamu’alaikum Ladies,

Ini adalah postingan pertamaku di blog, yeayy. Dan pada kesempatan kali ini aku akan sharing mengenai pengalaman ketergantunganku dengan krim klinik kecantikan (krim dokter) dan beberapa tips dariku.

Disclaimer: I am not a Doctor or an Expert. This post is pure my own experience.

Perkenalan pertamaku dengan klinik kecantikan bermulai pada awal kuliah di Malang tahun 2010, saat itu banyak sekali dari teman-teman mencoba perawatan di klinik kecantikan. Memang dikalanganku waktu itu sedang heboh-hebohnya klinik kecantiakan seperti Nat*sha, L*C, Mira*le, lar*ssa, dan masih banyak lagi. Karena melihat hasil yang bagus dan instan maka akupun tergiur, padahal aku tidak memiliki masalah kulit yang serius seperti jerawat dan lain sebagainya. Mungkin yang menjadi keluhanku adalah kulit wajah yang kusam, dimana memang aku tidak pernah memakai sunblock apabila keluar rumah. Setelah melakukan beberapa survey ke teman-teman dan googling tentunya, aku memutuskan untuk memilih L*C dan sejak saat itu aku rajin menggunakan serangkaian perawatannya dari mulai susu permbersih, facial wash, toner, sunblock, krim pagi dan krim malam. Aku juga mulai melakukan facial satu bulan sekali. Tidak hanya disitu, karena tergiur dengan penawaran dokternya akupun mencoba peeling, sampai mesotherapy. Pada saat itu harganya mahal sekali untuk mahasiswa sepertiku, tapi karena melihat langsung hasilnya yang bagus bangeettt, rela rela deh nabung (makan Indomeee tiap hareee).

Pernah suatu saat ketika aku ke Jakarta untuk liburan aku kehabisan krim malam dan sunblock, di Jakarta ada sih konter L*C tapi kan Jakarta luassss dan setiap hari aku ada kegiatan (baca: tidur, dan nonton tv). Aku pikir gpp deh skip dulu beberapa minggu ini. Dan apa yang terjadi, wajahku berntusan kecil-kecil dan menjadi kusam. Disitu aku mulai curiga bahwa aku sudah ketergantungan. Setelah pulang dari liburan, aku kembali lagi ke L*C dan konsul kembali ke dokter, dikasih obat anti iritasi dan akupun tetap mengunakan serangkaian perawatan di L*C. Singkat cerita pada saat itu aku sangat puas dengan perawatan di LBC, wajaku terlihat sangat glowing, putih, bersinar (matahari kali bersinar) sehingga membuat aku enggak memperdulikan tentang ketergantungan dan hal ini berlangsung selama 2,5 tahun.

Setelah 2,5 tahun aku merasakan wajahku tidak sebagus dulu dan seglowing dulu kalau gak peeling, jadi aku mulai rajin untuk peeling sebulan sekali. Setahun berlalu dan aku merasa kulit wajah yang semakin menipis serta muncul Spider Veins. Pada titik ini aku juga ngerasa bahwa kulitku tidak sebagus dulu lagi, walaupun sudah rajin pake krim dan rajin peeling, ternyata aku tau bahwa wajahku sudah kebal dengan krim tersebut (dari mana tau nya?? googling dong! kan generasi google, hehehe). Setelah gogling-gooling aku dapat banyak sekali informasi mengenai kandungan pada krim perawatan yang aku gunakan dan bahayanya, dimana seharusnya kandungan tersebut hanya boleh digunakan selama 3 bulan, jika lebih dari itu malah bisa menyebabkan masalah kulit hingga Kangker (maaf untuk kandungannya gak ditulis di sini karena aku cuma baca juga, tidak ikut meneliti di lab). Terus yok opo aku wes gawe 3 taun luwiiihhh?? Mulai detik itu juga aku memutuskan untuk Berhenti (jeng..jeng..jengggg). Dan ternyata banyak sekali kisah perempuan diluar sana yang juga mengalami hal yang sama sepertiku, jika Kamu salah satunya tenang aja, Kamu gak sendirian kok!

Tetapi,,,untuk berhenti dari krim dokter tidak semudah yang aku bayangkan. Tidak semudah pada saat awal daftar di tempat pendaftaran, kemudian nunggu dipanggil dokter dan dikasih krim, pulang kerumah kemudian dalam 2-4minggu wajah glowing. Untuk berhentinya dibutuhkan perjuangan yang sangat panjangg dan melelahkan jiwa raga *lebaymodeon. Tapi itulah yang aku alami. Tau bahwa untuk melepas ketergantungan tidak bisa langsung berhenti jadi aku lepas secara bertahap (terutama untuk krim malam). Akupun harus menetralkan wajah dengan tidak memakai apa-apa selama 2 minggu, selain sabun baby. Pada 2minggu itu, wajahku berada pada keadaan yang sangat buruk, breakout parah, jerawat mulai tumbuh, kusam dan dari yang aku pelajari katanya pada saat ini kandungan-kandungan yang tidak baik yang ada pada krim yang sudah aku gunakan selama 3,5 tahun sedang terdetox dan keluar semua. Stress dan sedih bahkan aku suka menggunakan masker untuk pergi keluar.

Setelah selesai 2 minggu menetralkan wajah, kemudian muncul masalah lagi, akan menggunakan apa setelah ini. Dan aku coba buat pake produk yang dijual bebas dipasaran karena katanya produk dijual di drugstore kebanyakan aman karena sudah ada BPOMnya. Tapi tidak ada salah satu dari produk tersebut cocok untuk kulit mukaku, sudah mencoba kembali ke P*nds (yang aku pake sebelum ke L*C), ga*nier, wa*dah, dan cle*n and cl*ear tapi semuanya gak ada yang bisa membuatku puas (salahku adalah aku hanya mencoba produk di atas paling lama 1 bulan, bahkan ada yang cuma saya gunakan 1 minggu kemudian ku buang). Setelah produkdrugstore tidak berhasil, akupun mencoba menggunakan produk high end yang menurutku cukup mahal juga harganya yaitu The B*dy Shop, aku menggunakan serangkaian produk vitamin e nya, tapi sepertinya juga gak cocok (mungkin karena ekspektasiku adalah wajah seindah dan seglowing saat menggunakan produk L*C dahulu. Pada titik ingin sekali rasanya balik lagi ke L*C karena sudah putus asa. Tapi wahai kalian yang memiliki pikiran seperti ini, jangan pernah lakukan!! jangan pernah kembali kembali ke Lubang yang sama! Aku memang kembali lagi ke L*C untuk beli sunblocknya saja. Dan setelah melakukan pencarian skin care yang cocok dan bersabar selama kurang lebih 1 tahun, aku mulai menemukan skincare yang cocok denganku. dan Alhamdulillah saat ini sudah terbebas dari krim perawatan L*C.

Karena postingan ini sudah cukup panjang, mungkin next time aku akan cerita produk apa saja yang cocok dengan kulit wajahku dan aku gunakan sekarang. Dan dibawah ini ada tips untuk Kamu yang sudah lelah dan ingin berhenti dari Klinik kecantikan/krim perawatan dokter:
  1. Jika kamu tidak merasa memiliki masalah yang serius pada wajah, jangan deh coba-coba menggunakan perawatan di klinik kecantikan, apalagi sekarang duhh banyak banget klinik klinik kecantikan yang menawarkan harga murah dengan hasil yang bagus (gak kebayang krimnya diiisi pake apa, hahaha). 
  2. Jika sudah seperti aku, yang sudah ketergantungan akut dengan krim dan perawatannya. Ayok sadarlah dan berhentilah segera! kepalkan tanganmu, teguhkan niatmu, mantapkan hatimu, ayok move on! Cerita di atas sebenarnya tidak selengkap kenyataan, karena pada kenyataan aku sungguh jatuh bangun, ada mungkin sekitar 2x aku kembali ke L*C baru di akhir aku sadar sesadar sadarnya kalau memilih skin care itu termasuk investasi, siapa sih yang gak mau punya wajah sehat dan masih glowing di umur 40an.Tentunya selain diimbangi pakai skin care, jga makanan sehat dan olah raga teratur. (padahal tiap haree makan junkfood terosss, hahahaha) 
  3. Sebelum memulai menggunakan produk perawatan lainnya, netralkanlah dulu kulitmu. Disini selama 2 minggu aku benar2 tidak menggunakan apa-apa kecuali krim malam dan aku menggunakan masker madu juga seminggu 2x. Tahap ini adalah tahap yang paling menyedihkan untukku, karena selama 2 minggu ini aku melihat perubahan wajahku menjadi kusam, muncul bintik2 kecil juga muncul banyak jerawat padahal dulu aku gak pernah jerawatan (kecuali kalo period datang ya). 
  4. Kenali dan dengarkan kulitmu. Sewaktu aku mencoba produk produk baru, aku selalu membeli produk satu paket lengkap seperti milk cleaser, toner, krim pagi dan malam, serta sunblock, padahal belum tentu kulit kita sesuai dengan semua jenisnya. Jika memang sesuai Alhamdulillah, tapi jika tidak kan gak perlu juga dipaksain untuk menggunakan serangkaian produk yang sama. Dan di tahun 2016 ini review sudah terdapat dimana mana (God bless you para wanita yang suka menulis di femaledaily, termasuk gue, hahaha) kamu bisa membaca review sebuah produk sebelum membelinya, dan jangan lupa untuk menyesuaikan dengan jenis kulit kamu ya. 
  5. Sunscreen itu penting! pada saat proses pemulihan jangan biarkan wajahmu terpapar sinar matahari yang terlalu sering, usahakan menggunakan sunscreen jika berpergian karena sinar UV akan memperburuk keadaan pemulihan kulitmu. 
  6. SABAR dan DOA. Pada saat mencari produk yang sesuai, aku selalu ingin hasilnya serba instan dan itu salah. Ternyata banyak loh peroduk-produk drugstore yang juga bagus, asalkan kita sabar, telaten dan percayalah bahwa Nothing worth having comes easy! 
  7. Perbanyak minum air putih dan mulailah makan sehat. jika mungkin susah untuk makan sehat 3x sehari setidaknya kurangilah makan gorengan ya.

Semoga postingan ini bermanfaat untuk kalian yang sedang galau ingin meninggalkan perawatan dokter. Jika ada pertanyaan jangan segan untuk drop your comment yaa..



Thank you for reading!













You Might Also Like

1 komentar

  1. Hai ka, aku juga sama kaya kaka nih, aku pake lbc selama 1 tahun, niatnya aku mau lepas dari krim tersebut, tapi sayangnya aku menetralkan wajahku cuma 3 hari dan setelah itu aku langsung ganti skincare, alhasil wajahku muncul tuh yg namanya bruntusan di muka sama leher banyak banget, rasanya sedih banget gimana caranya buat ngilangin bruntusan di wajah supaya wajahku kembali seperti semula, aku merasa dilema ( lebay ), mau balik ke lbc lagi apa gimana -_-

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images